Penerapan Metode Design Thinking Pada Pengembangan Game Green Gerilya
Keywords:
Video Game, Sosial Media, Permainan Video, Design Thinking, Pixel ArtAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh minimnya video game yang mengangkat mitologi kriptid Indonesia, khususnya dalam genre horor. Hal ini menyebabkan kurangnya pengalaman bermain yang merepresentasikan identitas budaya lokal. Padahal, genre horor memiliki banyak peminat, dan pemain menginginkan narasi yang lebih dekat dengan budaya sendiri. Sebagai solusi, dikembangkan game dua dimensi bergaya pixel art berjudul Green Gerilya, yang mengusung tema stealth horor dan narasi berbasis mitos Indonesia. Game ini dirancang untuk menyajikan atmosfer horor sekaligus memperkenalkan budaya lokal. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan game berbasis budaya dengan pendekatan desain yang berfokus pada pengalaman pemain.
Metode yang digunakan adalah Design Thinking dengan lima tahap: empati, definisi masalah, ideasi, prototipe, dan pengujian. Pendekatan ini diterapkan untuk memahami kebutuhan pengguna dan menghasilkan solusi yang relevan. Hasil menunjukkan bahwa pendekatan ini berhasil membantu dalam merancang konsep dan fitur permainan. Prototipe yang dikembangkan mendapatkan respons positif dari pemain, khususnya dalam aspek narasi, suasana horor, serta desain visual pixel art. Elemen mitologi Indonesia yang dimasukkan dinilai menambah daya tarik dan keunikan game. Dapat disimpulkan bahwa Design Thinking efektif digunakan dalam mengembangkan game yang memperkuat identitas budaya dan memberikan pengalaman bermain yang mendalam.

