Penerapan Design Thinking dalam Rancang Bangun Aplikasi NGERERESIK untuk Pengelolaan Sampah Terintegerasi
Keywords:
Design Thinking, Pengelolaan Sampah, Mobile, User-Centered Design, Pengujian Black BoxAbstract
Pengelolaan sampah rumah tangga di Indonesia masih menghadapi berbagai kendala, di antaranya rendahnya efektivitas sistem pemilahan, terbatasnya pelacakan operasional, serta minimnya insentif yang diberikan kepada masyarakat. Permasalahan ini berkontribusi terhadap rendahnya partisipasi publik dalam kegiatan pengelolaan sampah yang berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan tersebut, dikembangkan aplikasi NGERERESIK, sebuah platform digital berbasis mobile yang dirancang untuk mengintegrasikan fitur-fitur seperti penjadwalan pengambilan sampah, pelacakan status secara real-time, klasifikasi sampah (organik, anorganik, dan B3), sistem insentif pengguna, serta integrasi pembayaran non-tunai melalui OVO, Dana, dan M-Banking. Penelitian ini memberikan kontribusi berupa model pengembangan sistem pengelolaan sampah digital menggunakan pendekatan Design Thinking, yang berpusat pada pengalaman dan kebutuhan pengguna dalam menciptakan solusi yang fungsional dan inklusif. Metode yang digunakan mencakup lima tahapan utama: empathize, define, ideate, prototype, dan test, yang diterapkan secara iteratif. Prototipe aplikasi dikembangkan menggunakan Figma dalam bentuk low-fidelity dan high-fidelity, kemudian diuji melalui pengujian black box berbasis skenario test case. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama dalam aplikasi berjalan dengan baik sesuai dengan kebutuhan pengguna, dengan tingkat validitas fungsional sebesar 100%. Tidak ditemukan kendala dalam hal navigasi maupun fungsionalitas antarmuka, dan semua interaksi pengguna terhadap sistem berlangsung sesuai ekspektasi. Umpan balik pengguna juga menunjukkan tingkat kepuasan tinggi terhadap kejelasan alur, responsivitas fitur, serta desain visual yang sederhana namun informatif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pendekatan Design Thinking terbukti efektif dalam merancang aplikasi layanan publik yang adaptif terhadap konteks sosial dan mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mendukung pengelolaan sampah terintegerasi yang berkelanjutan.

