Sistem Manajemen Operasional dan Reservasi OMG Spa & Salon Berbasis Laravel-Inertia-React

Authors

Keywords:

Sistem Informasi Reservasi, UMKM Jasa Kecantikan, Laravel, React, Inertia.js

Abstract

Sejak beroperasi tahun 2022 di Nusa Penida, OMG Spa & Salon menghadapi kendala operasional akibat pengelolaan reservasi manual via WhatsApp Business dan pencatatan keuangan menggunakan buku fisik. Keterbatasan ini menyebabkan keterlambatan respons pemesanan, inefisiensi koordinasi terapis lepas, dan sulitnya rekapitulasi pendapatan harian. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi manajemen operasional dan reservasi mandiri berbasis web untuk mengotomatisasi pemesanan serta mengintegrasikan modul pembukuan bagi pemilik usaha. Pengembangan sistem ini menerapkan metode waterfall yang terstruktur. Tahapan dimulai dari analisis kebutuhan mendalam, perancangan arsitektur rute dan middleware autentikasi, implementasi antarmuka pengguna, hingga pengujian fungsional menyeluruh pada setiap alur transaksi dan reservasi. Sistem dibangun menggunakan integrasi arsitektur Laravel-Inertia-React. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi Inertia.js berhasil menghubungkan Laravel sebagai pengendali data dengan komponen React sebagai antarmuka tanpa memerlukan REST API terpisah. Fitur keamanan diperkuat oleh middleware IsAdmin dan pembatasan percobaan login untuk mencegah peretasan. Modul Unified General Ledger mampu mencatat transaksi walk-in dan daring secara otomatis, sedangkan modul Staff Payroll berhasil menghitung komisi terapis berbasis persentase secara instan. Pengujian visual juga memastikan konsistensi desain Quiet Luxury dan navigasi glassmorphism di seluruh halaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa arsitektur Laravel-Inertia-React sangat efektif untuk mendigitalisasi proses reservasi, koordinasi tenaga kerja lepas, dan pembukuan pada UMKM jasa kecantikan. Solusi ini memangkas beban administratif pemilik usaha dan mengeliminasi kompleksitas pengembangan Application Programming Interface (API) murni, sehingga menjadi model digitalisasi yang efisien bagi usaha mikro sejenis.

Published

2026-10-14