Implementasi Metode Design Thinking Dalam Rancang Website FRAME
Keywords:
Design Thinking, Fotografi, Penjualan Gambar, Platform, WebsiteAbstract
klien dalam menemukan fotografer yang sesuai dengan preferensi, serta tantangan bagi fotografer dalam memasarkan jasa dan karya mereka secara efektif. Banyak klien mengeluhkan kurangnya informasi portofolio, transparansi harga, dan ketidakjelasan sistem pemesanan. Di sisi lain, fotografer mengalami keterbatasan dalam menjangkau klien baru dan tidak memiliki wadah profesional untuk menampilkan jasa serta menjual hasil karya digital mereka. Solusi yang ditawarkan melalui penelitian ini adalah FRAME (Fotografer & Repository Media Exchange), sebuah platform digital berbasis web yang dirancang untuk menghubungkan klien dan fotografer secara efisien. Penelitian ini berkontribusi dalam pengembangan sistem berbasis kebutuhan pengguna dengan mengaplikasikan metode Design Thinking secara menyeluruh. Penelitian dilakukan melalui lima tahapan Design Thinking: Empathize, Define, Ideate, Prototype, dan Test. Survei dilakukan dengan mengirim 2 kuesioner dengan 270 responden untuk memahami kebutuhan dan perilaku pengguna dan memvalidasi ide dari solusi dari permasalahan kuesioner pertama. Hasil survei menunjukkan bahwa gaya foto, ulasan, dan harga menjadi faktor dominan dalam pemilihan fotografer. Responden juga menunjukkan ketertarikan tinggi terhadap sistem pencarian berbasis filter dan marketplace foto digital. Prototype sistem dirancang menggunakan Figma dan diuji secara kualitatif melalui umpan balik dari pengguna. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa FRAME mampu menjawab kebutuhan kedua belah pihak dan memiliki potensi untuk menciptakan ekosistem jasa fotografi digital yang transparan, praktis, dan efisien.

